Buku “Masjid dan Generasi Digital: Menemukan Kembali Makna Memakmurkan Rumah Allah” membahas konsep ‘imārah al-masjid (memakmurkan masjid) dalam Al-Qur’an dan relevansinya bagi pembinaan generasi digital. Penulis menggunakan tiga perangkat kajian: tafsir maudhu‘i untuk menghimpun ayat-ayat tematik, semantik Toshihiko Izutsu untuk memetakan jaringan makna, dan pendekatan Ma‘nā-cum-Maghzā untuk menautkan pesan teks dengan konteks masa kini.
Pembahasan dimulai dari terminologi masjid dan akar kata ع م ر, dilanjutkan dengan analisis ayat-ayat kunci seperti QS. al-Taubah [9]: 17–18, al-Baqarah [2]: 114, al-Nūr [24]: 36–37, al-Jinn [72]: 18, dan kisah Masjid Ḍirār. Dari sana tersusun struktur makna ‘imārah al-masjid yang bertumpu pada iman, ibadah, pembinaan manusia, dan kehidupan sosial.
Pada bagian berikutnya, struktur makna itu dibaca dalam konteks generasi digital dengan dukungan data sekunder tentang media keagamaan, literasi digital, ujaran kebencian daring, dan pembelajaran hibrida. Buku ditutup dengan model rekonstruksi dan enam parameter evaluatif yang dapat dipakai pengelola masjid untuk menilai apakah masjid mereka benar-benar makmur.







Reviews
There are no reviews yet.