Berdamai Dengan Kecewa. Al-Qur’an dan Psikologi Generasi Z

Rp76.000

Penulis: Lulu Aspiyatun, M.Ag.
ISBN:
Ukuran Buku: B5 (176x250mm)
Halaman Buku: 145 Hal
Jenis Kertas: HVS 75gsm

Kekecewaan adalah pengalaman yang hampir dialami semua orang, tetapi sering disalahpahami sebagai sekadar bentuk lain dari kesedihan. Bagi Generasi Z yang tumbuh di tengah media sosial, perbandingan sosial, dan tekanan ekonomi, rasa kecewa terasa semakin berat. Buku ini mempertemukan psikologi modern dengan tafsir Al-Qur’an untuk menawarkan cara berdamai dengan kecewa yang tidak berhenti pada slogan self-love. Penulis membedah kekecewaan melalui psikologi kognitif, psikoanalisis, neurobiologi, filsafat eksistensialisme, teori harapan Snyder, hingga psikologi Islam al-Balkhi dan al-Ghazali. Fenomena kekecewaan Generasi Z juga dikaji melalui karakteristik digital native, ekonomi perhatian, komparasi sosial, ilusi meritokrasi, dan krisis prekariat, serta dilengkapi teori pengelolaan emosi dan pembedaan antara huzn (kesedihan normatif) dan ya’s (keputusasaan patologis).

Category:

Kekecewaan adalah pengalaman yang hampir dialami semua orang, tetapi sering disalahpahami sebagai sekadar bentuk lain dari kesedihan. Bagi Generasi Z yang tumbuh di tengah media sosial, perbandingan sosial, dan tekanan ekonomi, rasa kecewa terasa semakin berat. Buku ini mempertemukan psikologi modern dengan tafsir Al-Qur’an untuk menawarkan cara berdamai dengan kecewa yang tidak berhenti pada slogan self-love. Penulis membedah kekecewaan melalui psikologi kognitif, psikoanalisis, neurobiologi, filsafat eksistensialisme, teori harapan Snyder, hingga psikologi Islam al-Balkhi dan al-Ghazali. Fenomena kekecewaan Generasi Z juga dikaji melalui karakteristik digital native, ekonomi perhatian, komparasi sosial, ilusi meritokrasi, dan krisis prekariat, serta dilengkapi teori pengelolaan emosi dan pembedaan antara huzn (kesedihan normatif) dan ya’s (keputusasaan patologis).

Melalui pendekatan tafsir tematik (maudhu‘i), buku ini memetakan istilah dan ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan kekecewaan, ujian, kegagalan, kehilangan, larangan berputus asa, serta harapan pada rahmat Allah. Nilai-nilai sabar, tawakal, rida, qana‘ah, raja’, dan syukur kemudian disintesiskan dengan perspektif psikologi untuk merumuskan model pengelolaan kecewa yang relevan bagi Generasi Z. Model tersebut terdiri atas lima tahap siklis: pengenalan dan penerimaan (al-i‘tirāf), regulasi dan penenangan (al-sakīnah), evaluasi dan restrukturisasi kognitif (al-tafakkur), tindakan dan ikhtiar (al-‘amal), serta penyerahan dan pemaknaan akhir (al-tawakkul wa al-ḥikmah). Model ini diterapkan pada berbagai sumber kekecewaan seperti FoMO, tekanan akademik dan karier, serta relasi sosial. Pesan utamanya: kecewa bukan untuk dihindari atau dipendam, melainkan dikenali, ditata, dan dimaknai dengan menyeimbangkan ikhtiar dan tawakal.

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Berdamai Dengan Kecewa. Al-Qur’an dan Psikologi Generasi Z”

Your email address will not be published. Required fields are marked *