Sejak masa Nabi Muhammad SAW, perempuan telah hadir sebagai penyampai ilmu, penjaga hadis, dan teladan akhlak. Namun, sejauh mana dan dengan cara apa perempuan boleh berperan dalam dakwah masih menjadi perdebatan. Buku ini menelusuri persoalan tersebut dengan mempertanyakan apakah pembatasan dakwah perempuan bersumber dari nas yang tegas atau lebih banyak dibentuk oleh konstruksi sosial dan tradisi penafsiran. Pembahasan diawali dengan kondisi perempuan pada masa pra-Islam dan perubahan yang dibawa Islam, mulai dari kesetaraan spiritual, pemuliaan perempuan sebagai anak, istri, dan ibu, pengakuan hak milik, hingga pembaruan hukum pernikahan. Penulis juga menguraikan konsep dakwah, kewajiban perempuan dalam dakwah, serta perbedaan beban dakwah berdasarkan fitrah.
Selanjutnya, buku ini menyusun genealogi tafsir atas ayat-ayat tentang perempuan melalui tafsir klasik al-Tustarî dan al-Ṭabarî, tafsir pertengahan al-Nasafî dan Ibn Katsîr, serta tafsir kontemporer Rasyid Ridha dalam al-Manar dan Sa‘îd Ḥawwâ. Penulis menunjukkan bahwa tafsir lahir dari dialektika teks dan konteks, sehingga pembacaan pada masa tertentu dapat diwariskan tanpa ditinjau ulang dan kemudian dipahami sebagai ketetapan tunggal. Kajian kemudian kembali pada teks Al-Qur’an melalui figur Ratu Bilqis dan Maryam serta QS. at-Taubah: 71 yang menempatkan laki-laki dan perempuan mukmin sebagai penolong dalam amar makruf nahi mungkar. Perbandingan pandangan ulama klasik, kontemporer, dan Indonesia menunjukkan adanya pergeseran tafsir dari pembinaan spiritual dan keluarga menuju tanggung jawab sosial.
Buku ini juga menghadirkan wujud dakwah perempuan masa kini melalui keluarga, pendidikan, media digital, organisasi keagamaan, pemberdayaan sosial, profesi, literasi, penulisan, dan keteladanan akhlak (al-da‘wah bi al-ḥâl). Pada akhirnya, buku ini menegaskan bahwa Al-Qur’an tidak mengecualikan perempuan dari tanggung jawab dakwah dan bahwa dakwah perempuan tidak harus meniru bentuk dakwah laki-laki agar memiliki legitimasi. Mimbar dakwah tidak selalu berupa panggung, tetapi dapat hadir dalam doa seorang ibu, kesabaran seorang guru, kejujuran seorang profesional, dan adab seorang muslimah di ruang digital.







Reviews
There are no reviews yet.